Sama halnya dengan menjaga salat dan zakat, menjaga alam juga merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslim. Dalam Islam, alam semesta bagian dari ciptaan Allah yang harus kita rawat, jaga, dan dilestarikan. Dalam kehidupan modern saat ini, kerusakan lingkungan sudah menjadi isu besar yang menyentuh seluruh Masyarakat. Eksploitasi lingkungan yang berlebihan, pencemaran, kerusakan ekosistem menunjukkan implementasi yang bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menekankan penting menjaga keseimbangan dan keberlanjutan alam sebagai bagian dari amanah manusia. Sahabat, kamu mau tau bagaimana pandangan Islam tentang menjaga alam dan apa saja yang bisa kamu lakukan untuk melestarikannya? Yuk, Simak!
Alam sebagai Amanah dari Allah
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt berulang kali mengingatkan manusia untuk tidak berbuat kerusakan dibumi. Salah satu ayat yang menegaskan hal ini adalah:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya…“
(QS. Al-A’raf: 56)

Islam memandang bahwa seluruh alam semesta yang ada di langit dan bumi adalah ciptaan Allah Swt yang penuh keindahan. Dalam Al-Qur’an, **/********manusia disebutkan sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi), yang artinya setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam, bukan merusaknya.
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi…”
(QS. Al-Baqarah: 30)
Penerapan amanah terdapat dalam ajaran Islam yang mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, seperti:
● Tidak membuang-buang air, karena Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk menggunakan air dengan hemat, bahkan saat sedang berwudhu.
● Menanam pohon dan menjaga lingkungan, karena dalam hadis disebutkan bahwa menanam pohon adalah amal jariyah yang terus memberi manfaat.
مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ
“Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang Maha Pengasih.”
(HR. Ahmad, no. 4739)
● Menghindari perilaku fasad (kerusakan), termasuk pencemaran lingkungan dan eksploitasi alam yang berlebihan.
Amanah bukan hanya status, tetapi kewajiban untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak, menjaga ekosistem, dan tidak semena-mena dengan alam. Namun, pada kenyataanya banyak manusia yang belum menyadari tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Kesadaran pada tanggung jawab yang besar ini hanya hadir pada mereka yang beriman dan berakal.
Islam Melarang Segala Bentuk Kerusakan (Fasad)
Perbuatan merusak alam merupakan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Kerusakan dapat berupa pencemaran, eksploitasi yang berlebihan, atau tindakan yang menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem. Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi didaratan dan lautan merupakan akibat perbuatan manusia itu sendiri.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum : 41)
Dalam perspektif Islam, merusak alam adalah bentuk pengingkaran terhadap amanah Allah Swt. Prinsip keadilan dalam distribusi sumber daya juga penting, sebagaimana larangan berbuat zalim terhadap sesama.
Sebagai umat Muslim, kita dihimbau untuk dapat berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan dan kesejahteraan sosial, baik itu gaya hidup yang berkelanjutan, pemanfaatan sumber daya secara baik, maupun partisipasi dalam upaya konservasi. Memahami larangan membuat kerusakan berarti bisa menjalankan tanggung jawab sebagai khalifah dengan kesadaran dan kepedulian.
Menjaga Alam Sebagian dari Ibadah
Menjaga alam bukanlah sekadar kewajiban ekologis, tetapi juga bagian dari ibadah. Konsep ini berakar pada ajaran bahwa manusia adalah khalifah di bumi, yang bertanggung jawab untuk merawat dan melestarikan ciptaan Allah SWT.
Dalam Islam, tindakan yang dilakukan bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya bernilai pahala. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari perusakan alam adalah bentuk nyata dari ibadah yang berkelanjutan. Bahkan, dalam hadist lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk merawat bumi dengan menanam :
إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.”
(HR. Bukhari dan Ahmad)
Dengan menjaga alam, tidak hanya memenuhi amanah sebagai khalifah, setiap langkah kecil dalam menjaga lingkungan menjadi ladang pahala yang berkelanjutan dan kontribusi upaya kesejahteraan generasi yang akan datang. (Diandra/Syafira)